Minggu, 16 Desember 2012
Adakah Shalat Hajat dan Shalat Taubat?
Aku mendengar Rasulullah bersabda,
“Tidak ada seorang muslim pun yang berbuat dosa lalu bangkit dan bersuci
kemudian melakukan shalat lantas meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuninya.” Lalu beliau membaca
ayat ini, “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya
diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa
mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah
Subhanahu wa Ta’ala? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu,
sedangkan mereka mengetahui.” (Ali Imran: 135)
[Shahih, HR. Abu Dawud, kitab
al-Witr bab fil Istighfar no. 1523, at-Tirmidzi, kitab ash-Shalat bab Fish
shalah 'inda Taubah no. 408, an-Nasa'i dalam kitab 'Amalul Yaum wal Lailah,
Ibnu Majah kitab Iqamatu ash-Shalah was Sunnah bab Ma Ja'a anna ash-Shalah
Kaffarah no. 1459, dan Ahmad, dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam
Shahih Sunan Abi Dawud]
Al-Mubarakfuri dalam Syarah Sunan
at-Tirmidzi menerangkan, bahwa makna sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
“…lalu melakukan shalat…” yakni dua rakaat, sebagaimana dalam riwayat Ibnu
as-Sunni, Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi.
Adapun sabda beliau “…kemudian
meminta ampun kepada Allah…” yakni dari dosa tersebut, sebagaimana dalam
riwayat Ibnu as-Sunni. Yang dimaksud dengan meminta ampun adalah bertaubat,
dengan menyesali dan mencabut diri (dari dosa tersebut), serta bertekad untuk
tidak kembali mengulanginya selama-lamanya, juga mengembalikan hak-hak (orang
lain) bila ada. (Tuhfatul Ahwadzi)
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan,
“Ditekankan untuk berwudhu dan shalat dua rakaat saat bertaubat, berdasarkan
hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah.” Beliau
kemudian menyebutkan hadits di atas. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir surah Ali Imran:
135)
Ibnu Khuzaimah rahimahullah dalam
kitab Shahih-nya juga menyebutkan sebuah bab, “Disunnahkannya shalat setelah
berbuat dosa agar shalat tersebut menjadi penghapus dosa yang dilakukannya.”
Dari keterangan di atas,
shalat taubat itu ada dan disunnahkan.
Namun, perlu diingat bahwa seseorang
tidak boleh meremehkan dosa lantaran punya keyakinan bahwa shalat taubat akan
menghapus dosa yang dilakukannya. Terampuninya dosa bukan karena semata-mata
shalat tersebut, yang kondisi shalat itu sendiri terkadang kusyu’ terkadang
tidak. Niatnya pun terkadang benar dan terkadang tidak, bila demikian
keadaannya, bagaimana mungkin ia memastikan bahwa dosanya terampuni dengan
sekedar shalatnya?
Perlu dicermati juga dari haditr di
atas, shalat taubat tersebut adalah betul-betul sebagai ungkapan taubatnya.
Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “…lalu dia
meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”, yakni bertaubat dengan
syarat-syarat taubat yang telah diterangkan ulama, yaitu:
syarat-syarat taubat yang telah diterangkan ulama, yaitu:
1. Menyesali perbuatan dosanya
2. Meninggalkannya
3. Bertekad untuk tidak melakukannya
lagi selama-lamanya
4. Bila terkait dengan hak orang,
dia mengembalikannya kepada orang yang dizalimi.
Perhatian
Ada shalat
taubat yang tidak sesuai dengan tata cara di atas, sehingga termasuk
bid’ah. Caranya, seseorang mandi pada malam Senin setelah witir kemudian shalat
12 rakaat. Pada setiap rakaat dia membaca al-Fatihah, al-Kafirun 1 kali, dan
al-Ikhlas 10 kali… dan seterusnya, dengan cara-cara yang tidak diajarkan
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (Lihat Mu’jamul Bida’ hlm. 343)
Shalat Hajat
Hal itu karena saya dapati sebagian
ulama menetapkan adanya shalat hajat, sedangkan yang lain meniadakannya
bahkan menganggapnya bid’ah. Selain itu, di kalangan sebagian ulama yang
menetapkan atau yang membid’ahkan, maksud masing-masing mereka terhadap shalat
tersebut berbeda.
Penamaan shalat hajat itu
sendiri bukan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tetapi dari para ulama.
Sebagian mereka melihat sebuah hadits shahih yang memuat anjuran untuk
melakukan shalat terkait dengan suatu kebutuhan atau hajat. Adapun ulama
lain melihat hadits lemah yang menganjurkan untuk shalat terkait dengan sebuah
hajat, mereka pun menyimpulkan shalat hajat tidak ada karena haditsnya
lemah. Oleh karena itu, di sini kami akan menyebutkan kedua-duanya.
Ulama yang menetapkan adanya shalat
hajat di antaranya al-Mundziri dalam kitab beliau at-Targhib wat Tarhib. Lalu
beliau menyebutkan hadits Utsman bin Hanif radhiyallahu ‘anhu sebagai berikut:
Seorang buta datang kepada Nabi lalu
mengatakan,
“Berdoalah engkau kepada Allah
untukku agar menyembuhkanku.” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan,
“Apabila kamu mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik.
Namun, apabila engkau mau, aku akan mendoakanmu.” Orang itu pun mengatakan,
“Doakanlah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu menyuruhnya untuk berwudhu
dan memperbagus wudhunya serta shalat dua rakaat kemudian berdoa dengan doa
ini, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu
dengan Muhammad Nabiyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap
kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah,
terimalah syafaatnya untukku’.”
(Shahih, HR. At-Tirmidzi dalam kitab
ad-Da’awat dan beliau mengatakan hadits hasan shahih gharib, Ibnu Majah dalam
kitab ash-Shalah, dan beliau memberikan judul Shalat Hajat untuk hadits ini,
serta an-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum Wal Lailah. Dishahihkan oleh asy-Syaikh
al-Albani)
Sebagian ulama lagi menetapkan
adanya shalat hajat, tetapi maksudnya adalah shalat istikharah. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz
rahimahullah mengatakan, “Hadits shalat istikharah, disebut juga shalat hajat,
karena istikharah adalah dalam hal kebutuhan yang sedang dialami seseorang,
sehingga disyariatkan bagi seseorang untuk melakukan shalat dua rakaat dan
memanjatkan doa istikharah dalam hal itu.”
Beliau rahimahullah juga menyebut
shalat taubat dengan shalat hajat. (Majmu’ Fatawa Ibni Baz, 25/165)
Adapun ulama yang meniadakan
shalat hajat, mereka memaksudkan seperti yang terdapat dalam hadits dhaif
berikut ini. Dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang mempunyai
kebutuhan kepad Allah atau kepada seseoqang dari bani Adam, maka berwudhulah
dan perbaikilah wudhunya kemudian shalatlag dua rakaat. Lalu hendaklah ia
memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bershalawat kepada Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam, dan mengucapkan (doa di atas),
‘Tidak ada sesembahan yang benar
melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Mahamulia, Mahasuci Allah Rabb Arsy
yang agung, segala puji milik Allah Rabb sekalian alam, aku memohon kepada-Mu
hal-hal yang menyebabkan datangnya rahmat-Mu, dan yang menyebabkan ampunan-Mu
serta keuntungan dari tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah
Engkau tinggalkan pada diriku dosa kecuali Engkau ampuni, kegundahan melainkan
Engkau berikan jalan keluarnya, tidak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridhai
melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang’.” (HR.
At-Tirmidzi no. 479, Ibnu Majah no. 1384, dan yang lainnya)
Hadits ini tidak bisa dijadikan
hujjah. At-Tirmidzi sendiri mengatakan setelah meriwayatkan hadits ini, “Hadits
ini gharib [1]. Dalam sanadnya ada pembicaraan, dan Faid bin Abdurrahman
dilemahkan dalam hadits.”
Para ulama pun mencela perawi
tersebut (Faid bin Abdurrahman).
Al-Imam al-Bukhari mengatakan, “Mungkarul
hadits (haditsnya ditinggalkan).”
Al-Imam Ahmad mengatakan, “Matrukul
hadits (haditsnya ditinggalkan).”
Adz-Dzahabi mengatakan, “Tarakuhu
(Para ulama meninggalkannya).”
Adapun Ibnu Hajar mengatakan,
“Matrukun ittahamuhu (Dia ditinggalkan haditsnya, para ulama menuduhnya sebagai
pendusta).”
Atas dasar itu, asy-Syaikh al-Albani
mengatakan bahwa derajat hadits ini dhaifun jiddan (lemah sekali).
Dari kelemahan hadits itulah
sebagian ulama meniadakan shalat hajat, yakni yang dilakukan dengan cara
semacam itu. Wallahu a’lam.
Dewan Fatwa Saudi Arabia atau
al-Lajnah ad-Daimah menyebutkan, “Adapun yang disebut shalat hajat, telah
datang hadits yang dhaif dan mungkar -sebatas pengetahuan kami-, tidak bisa
dijadikan hujjah dan tidak bisa dibangun amalan di atas hadits-hadits
tersebut.” (Ditandatangani oleh Ketua: Abdul Aziz bin Baz, Wakil:
Abdurrazzaq Afifi, Anggota: Abdullah bin Qu’ud dan al-Ghudayyan, 1/161)
Demikian pula asy-Syaikh Muhammad
bin Shalih al-Utsaimin mengatakan, “Shalat hajat tidak ada dalilnya yang
shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Akan tetapi, diriwayatkan bahwa
apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapi suatu masalah
yang menyulitkannya, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam segera menuju
shalat, karena Allah berfirman:
“Dan mintalah pertolongan (kepada
Allah) dengan sabar dan
(mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (Al-Baqarah: 45) [Fatawa Nurun 'ala ad-Darb]
(mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (Al-Baqarah: 45) [Fatawa Nurun 'ala ad-Darb]
Demikian juga hadits:
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam menghadapi suatu masalah yang menyulitkan beliau, beliau melakukan
shalat.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Asy-Syaikh al-Albani mengatakan, “Hasan.”)
Perhatian
Dalam buku-buku mazhab terdahulu
juga dibahas shalat hajat, dengan tata cara pelaksanaan yang
bermacam-macam terutama jumlah rakaatnya. Akan tetapi, semuanya tidak
didasari oleh hadits-hadits yang shahih. Wallahu a’lam.
Catatan kaki:
[1] Dalam beberapa cetakan Sunan
at-Tirmidzi disebutkan, “Hasan gharib”. Namun, Ahmad Syakir menyalahkan
penyebutan ‘hasan’ tersebut, karena pada semua manuskrip lama tidak terdapat
kata tersebut, kecuali hanya satu manuskrip
Shalat Tahajud adalah
shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai
menjelang subuh.
Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas,
mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.
A. Pembagian Keutamaan
Waktu Shalat Tahajud
1. Sepertiga malam,
kira-kira mulai dari jam 19.00 sampai jam 22.00
2. Sepertiga kedua,
kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00
3. Sepertiga ketiga,
kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.
B. Niat shalat tahajud:
Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”
C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:
Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.
Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”
Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:
Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”
C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:
Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.
Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”
Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ
السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ
السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ
السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ
السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ
السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ
الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ،
وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ
حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ،
وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا
قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ
الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ
لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Artinya: “Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah
kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.
D. Setelah itu,
perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut:
Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih
Artinya: “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”
E. Keutamaan Shalat Tahajud
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad saw:
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)
Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:
Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra: 79)
Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)
“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)
F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail
Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:
Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih
Artinya: “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”
E. Keutamaan Shalat Tahajud
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad saw:
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)
Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:
Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra: 79)
Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)
“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)
F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail
Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:
1. Aturlah aktivitas di
siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda
tidur terlalu lelap.
2. Makan malam jangan
kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm
sebelum tidur.
3. Hindari maksiat, sebab menurut
pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5
bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”
4. Ketahuilah fadhilah
(keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk
melaksanakannya.
5. Tumbuhkan perasaan
sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
6. Baik juga jika janjian
dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon
atau handphone.
7. Buat kesepakatan dengan
istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau
dua malam dalam sepekan.
8. Berdoalah kepada Allah
swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. (fn/aa/ab) www.suaramedia.com
DIRIKU
DIRIKU
Mukadimah
to be continuous
Mukadimah
Puji syukur kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan nikmatnya yang tak terhingga
Berikut ini adalah sebagian cerita tentang perjalanan hidup saya dan liku -liku keluarga yang masih dapat saya ingat hingga sekarangdan saya coba untuk mempersembahkan melalui tulisan ini.
Dengan segala kerendahan hati dan tidak ada unsur untuk membanggakan diri atas segala kesalahan atau kehilafan yang telah saya lakukan tetapi ini adalah realita yang ada di masa lalu saya.
Tahun 1979 tepatnya tanggal 14 oktober rebo legi,di tengah sulitnya himpitan ekonomi karna panas yang berkepanjangan dan kemiskinan yang memprihatinkan.lahir seorang bayi laki-laki ke 3 dari pasangan karjio asal imogiri-bantul jawa tengah dari kasta ksatria jogja yang tersisih dan sumiyati(alm)asal banyuwangi kasta sudra. yang sebelumnya telah mempunyai 2 anak laki2-laki juga yaitu supriyanto dan sunardi.di sebuah gubuk beratap ilalang dan ber dinding anyaman bambu saya dan kedua kakak saya di besarkan di desa sumber sari teluk dalem,kec mataram baru lampung timur dengan ber bagai keterbatasan.dan lingkungan yang tak bersahabat,di sekeliling kami tinggal komunitas yang dari berbagai latar belakang profesi(judi,rompak,maling,dan latar belakang pendidikan yang rendah rata2 lulusan smp).Bertahan hidup di dalam kesulitan yang menumbuhkan kami jadi pria struggle,berbekal kejujuran,keikhlasan,yang selalu kami dengarkan wejangan dari bapak/emak.makan apa adanya itu sudah jadi kebiasaan kami,bahkan jarang sekali kami menemui nasi untuk di makan,hanya ubi buah sukun,atau pisang muda yang di kukus lalu di makan bersama sambel trasi itu sudah cukup untuk mengisi perut stiap hari.itupun tidak berlangsung lama buah2 an tidak selamanya berbuah pasti ada pacekliknya,talas lah yang jadi penggantinya,dan ubi kayu itu pun bukan hasil dari kebun sendiri.kami bertiga hanya karna ingin bertahan hidup terpaksa mencuri dari kebun tetangga,miris sedih sakit,hingga air mata ini sudah tak bisa menitik lagi karna kering.kami dapat merasakan betapa beratnya dan luar biasanya beban yang di pikul emak/bapak.mungkin anda pernah mendengar cerita seorang ibu yang mengelabuhi tetangga dan menentramkan hati anak anaknya dengan seolah olah menanak nasi di tungku api padahal di dalamnya panci hanya air tanpa sesuatu pun,tapi kenyataan ini benar kami alami setiap pagi emak selalu melakuannya untuk menenangkan hati kami.bapak bekerja sebagai tukang batu bangunan,dan emak tertatih tatih menggendong sayuran yang di cari dari hutan untuk di tukar makanan dan beras di pasar,demi perut kami.ejek dan suara sumbang sudah tidak kami hiraukan lagi.guna membantu bapak membiayai kami,kakak tertua saya rela untuk menghentikan sekolahnya di tingkat SD dan berburuh untuk membantu membiayai menyekolahkan saya,saya sendiri sepulang sekolah membantu emak mencari sayuran di hutan untuk di jual ke pasar.sedikit ada modal emak belajar dagang gorengan di pasar alhamdulillah usaha emak lancar,lumayan buat bantu bapak.
Masa kanak kanak sangat jauh dari kebahagiaan seperti yang di alami oleh anak anak yang lain,tak ada mainan modern buatan pabrik yang saya miliki,semuanya buatan tangan sendiri,mobil2n dari bambu dan papan triplek dengan roda dari sandal jepit bekas,pistol2 an kayu dengan dop jari2 sepeda dan korek api,tapi itu cukup membuat hati ini sedikit terhibur.untuk ke sekolah karna sepatu udah pada jebol ya terpaksa nyeker,dan tidak punya wadah untuk mebawa buku maka kantong kresek saya gunakan sebagai TAs buku.saya tidak seberuntung teman-teman.tapi alhamdulillah meski begitu rapot saya selalu bagus bahkan saya tidak pernah meninggalkan peringkat/rangking kelas setiap ulangan.dan selalu mendapatkan hadiah buku tulis dari sekolah.
waktu berlalu,dengan sempit dan sulit kami tetap harus bertahan untuk hidup,meski entah sampai kapan.tiba saatnya untuk masuk smp,SMP NEGRI favorit lah yang jadi impian anak-anak pada masa itu yaitu smp negri 1 way jepara, begitu juga dengan saya,dengan tekad niat saya mendaftarkan diri dengan di antar kakak saya ke sekolah idaman,yang berjarak 11 kilo meter dari rumah,dan saya tempuh dengan naik sepeda untuk menuju ke jalan besar/aspal,kemudian sepeda saya titipkan dan di lanjutkan dengan naik angkutan umum.seleksi dan veri vikasi di lakukan sekolah alhamdulillah NEM saya mencukupi unutk di terima di sekolah tersebut.biaya spp tidak mahal tapi untuk membeli seragam putih putih,biru putih,batik,pramuka dan training untuk olah raga,itu yang membuat emak/bapak kelabakan cari utangan,sedih bila teringat usaha mereka.HANYA SURGALAH YANG PANTAS BUATMU EMAK BAPAK.singkat cerita saya masuk ke smp yang saya inginkan,tapi tiap hari saya harus mengeluarkan Rp500 perak,untuk ongkos angkutan umum.kasihan juga dengan emak/bapak hingga saya memutuskan untuk bersepeda hingga ke sekolah yang berjarak 11 kilo meter,jadi saya harus bangun subuh dan berangkat untuk tidak telat sampai di sekolah.22 kilo meter saya mengayun pedal sepeda setiap hari,tapi itu tidak seberat beban emak/bapak dalam memebesarkan kami.sedihnya bila musim hujan tiba,saya harus basah kuyup untuk sampai di sekolahan karna bila saya menunggu hingga reda maka saya kan telat,maka saya nekat saja meski sampai di sekolah harus basah kuyup hingga saya harus mencari duduk tersendiri agar tidak membasahi teman2 yang lain.sedihnya lagi buku ku pun ikut basah semua.saya tak pernah berfikir untuk jajan seperti teman teman karna untuk bisa sampai di sekolah pun beruntung sekali.sepulang sekolah saya langsung berganti pakaian dan menyusul emak saya ke hutan untuk mencari sayuran.kehidupan rohani saya masa ini sangat buruk tak mengaji,tak shalat,tapi sering berpuasa itu karna keadaan tak ada yang di makan yang memaksa untuk berpuasa,ibadah tak pernah terfikirkan orang tua pun tak pernah mamaksakan oleh karena yang terpikirkan saat itu hanya bagai mana dapat bertahan hidup,terlepas dari latar belakang keyakinan emak yang kejawen dan membakar menyan dan sesajenan juga bapak yang sebenarnya pintar sekali baca quran akan tetapi malah memilih menjadi imam HINDU DHARMA saat itu sebenarnya pilihan bapak beralasan untuk mencari selamat saat terjadi gejolak politik dan gerakan revolusi partai komunis yang berimbas jatuh korban rakyat kecil,pro islam dan pro komunis saling membunuh,hanya HINDU DHARMA lah yang tak tersentuh politik saat itu maka bapak memilih mendirikan,bahkan sebagai tokoh intelek dari HINDU DHARMA banyuwangi.
Berlanjut,,kesulitan ekonomi membuat iman islam kami terkikis dan tak tersentuh oleh air wudlu yang membuat kami makin tidak bersyukur dan bertambah kalang kabut,emak dan bapak semakin sering bertengkar,yang semakin membuat kami tak ter arah.sampai suatu ketika bapak terserang sakit reumatik akut yang membuat bapak lumpuh tak dapat berjalan,makin hancur tak berbentuk keluarga kami,tapi syukur kakak ku yang ke dua lulus dari STM yang langsung berniat pergi ke malaysia menjadi TKI guna membantu emak,masalahnya adalah biaya ke malaysia nggak punya sepeser pun,pinjam tetanggapun sama2 sulit.akhirnya kakak saya mencari jalan yang salah guna mendapatkan biaya ke malaysia,dengan merampok yang di temani oleh beberapa rampok yang tinggal di lingkungan kami,tapi hanya saya yang tau,mudah2 an emak/bapak gak tau kalo tau betapa hancurnya hati mereka.waktu berlalu tiba saat saya setelah lulus Smp harus melanjutkan sekolah dan saya harus,dalam keyakinan diri bagaimanapun caranya mesti tetangga kanan kiri mengkritik"wong buat makan aja susah kok mau sekolah"tapi saya udah niat.STM/SMK BUDI UTOMO pilihan saya dengan mengambil jurusan MEKANIK OTOMOTIF,saya bersekolah sambil bekerja pada hari minggunya,apapun yang dapat menghasilkan uang mulai dari kuli batu,buruh kebun,angkat kayu dari hutan,petik kelapa,dan apapun yang penting dapet uang halal buat ongkos sekolah,karna bapak masih dalam keadaan sakit.di setiap ada ulangan umum saya selalu bermasalah dan gak pernah dapet no test karna saya menunggak SPP dan itu pasti dan selalu,tapi saya gak pernah patah semangat,kebetulan saya dekat dengan wali kelas dari jalan ini saya mendekati kepala sekolah untuk mendapatkan no test di setiap ada ulangan umum.sebenarnya saya harus urus surat tidak mampu atau apapun itu untuk di ajukan ke fihak yayasan akan tetapi dengan jasa wali kelas dan kepala sekolah saya bisa dapatkan semua meski saya harus menggantinya dengan memasang no test di setiap bangku yang di sediakan untuk ulangan umum,dan prestasi saya yang menjadi pertimbangan kepala sekolah saat itu yang membebaskan saya dari biaya ulangan umum sampai ujian nasional.waktu itu siswanya masih sedikit yaitu kelas 3 (1 kelas otomotif,1 kelas tehnik mesin industri)kelas 2 juga sama dan kelas 1 (2 kelas otomotif dan 1 kelas mesin industri)yang masing2 kelas 30 siswa.saat itu saya kelas 1 dan ketua kelas 2 dan wakilnya (kusnandar dan tofiq),kami punya ide untuk membuat sesuatu yang berarti buat sekolah tercinta.akhirnya ketemu untuk mengumpulkan temen 2 yang se ide yaitu membentuk satu pleton pasukan baris berbaris.setiap sore kami latihan PBB,setelah matang dan bagus kami membuat seragam loreng ala militer dan semuanya di restui yayasan dan sekolah.lalu siap promosi
to be continuous
Kamis, 13 Desember 2012
BIOGRAFI
BIOGRAFI
NAMA : HARIYANTO(panji)
AGAMA : ISLAM
KWARGANEGARAAN : INDONESIA
SUKU : JAWA
BAHASA HARIAN:INDONESIA,,*(bahasa lain:jawa dan sedikit
bahasa sunda,inggris, korea)
STATUS : -
TEMPAT/TANGGAL LAHIR : WAY JEPARA 14 OKTOBER 1979
NAMA IBU : SUMIYATI(Almarhumah)
NAMA BAPAK : KARJIO
SAUDARA KANDUNG
:1.SUPRIYANTO
2.SUNARDI
ISTRI :-
ANAK : 1.PANJI ARYA FATTAHILLAH
2.HAURA
SALSABILA ARYA PUTRI
PENDIDIKAN
I.SD NEGRI 4 TELUK DALEM,LAMPUNG 1990
II.SMP NEGRI 1 WAY JEPARA LAMPUNG 1995
III.SMK(STM)BOEDI OETOMO WAY JEPARA LAMPUNG 1998
IV.ILMU KOMUNIKASI (fisip)
V.LAIN-LAIN
A.VICTORIA COLLEGE ENGLISH COURSE(CONVERSATION CLASS)
B.PRIMADATA COMPUTER COURSE (OFFICE & AUTO CAD)
PENGALAMAN KERJA
I.PPIC (plan product inventory control)YEONG SHIN INDONESIA
(LG PHILIPS DISPLAY INDONESIA)Co.Ltd.kawasan industry MM 2001 bekasi jawa
barat.2001~2006
II.Production YEONG SHIN SA Co Ltd south korea.2006~2008
III.Manager operational jasa pengiriman dokumen,Pengajar,Penanggung jawab Pendidikan Pelatihan Bahasa ITC(international training center)Pondok Gede.2008~2009
III.Manager operational jasa pengiriman dokumen,Pengajar,Penanggung jawab Pendidikan Pelatihan Bahasa ITC(international training center)Pondok Gede.2008~2009
IV.ENGINEER at YEONHO Electronic Co Ltd.south korea 2010~
PENGALAMAN ORGANISASI
I.MASA SEKOLAH
A.PRAMUKA
B.BAYANGKARA
C.PASKIBRA K
D.OSIS
E.PENGGAGAS PASUKAN KELILING SEKOLAH SMK BOEDI OETOMO
II.KEPEMUDAAN
A.PEMUDA PANCASILA
B.KADER KONSERVASI .GEMPALA(Generasi muda pecinta alam)HUTAN
WISATA WAY KAMBAS.
C.FORKI.(LEMKARI)
D.FSPMI (forum serikat pekerja metal Indonesia )bekasi ,jawa
barat
III.LAIN LAIN
KOMANDAN KHOBILAH NII KW 9 wilayah JABODETABEK
PRESTASI:
BINTANG KELAS I sekolah dasar dari kelas 1~6 1990~1995
BINTANG KELAS 1 tingkat STM lampung timur 1998
JUARA 1 KAPOLDA CUP karate lemkari kelas KUMITE 60 Kg 1997
HOBBY:1.MUSIK (gitar ,key board)
2.BERKEBUN
OLAHRAGA :SEPAK BOLA2.BERKEBUN
Senin, 10 Desember 2012
Langganan:
Postingan (Atom)